Minggu, 28 Juli 2013

Ketika Allah 'Menampar' Kita dengan Mesir dan Suriah (Kulwit Salim A Fillah)

Kita membaca tarikh dan musuhpun menyimak sejarah; Al Aqsha dan Palestina selalu dibebaskan dari paduan dua arah; Mesir & Suriah. Ini pertarungan.

Khalid dari arah Suriah dan 'Amr ibn Al 'Ash dari arah Mesir; maka Allah memilih Abu 'Ubaidah membebaskan Al Aqsha dan 'Umar menerima kuncinya.

Setelah mengambil-alih Mesir dari kebobrokan Fathimiyah dan mewarisi Nuruddin Mahmud Zanki di Suriah; Shalahuddin Al Ayyubi membebas Al Aqsha.

Maka hari ini; kaum Muslimin yang sempat tersenyum oleh Mursi di Mesir dan menaruh harap pada Mujahidin di Suriah; harus lagi memanjang sabar.

Banyak kepentingan yang belum merelakan dua negeri ini menjadi pangkalan perjuangan agar Ummat kembali dapat shalat dan beri'tikaf di Al Aqsha.

Hendaknya lalu kita tahu; kepedulian soal Mesir dan Suriah bersatumuara ke iman kita, cinta kita, rindu kita; tuk menziarahi Al Aqsha merdeka.

Hari-hari ini Mesir gegap gempita; "Suara damai ini lebih tajam dari peluru; tekad kami lebih baja dari senjata"; maka Allah menguji mereka.

Allah menyiramkan darah agar bumi Mesir subur; mengambil syuhada' agar anak-anak sejarah tahu betapa mahal dan berharga apa nan diperjuangkan.

Juga sejak dua tahun sebelumnya; Suriah telah membayarkan 100.000 nyawa; tapi mata dunia belum utuh terbuka bahwa musuh kemanusiaan ini nyata.

Maka hari ini; jika puasa terasa melemahkan; jika tarawih melelahkan; jika tilawah memayahkan; mari menatap sejenak ke arah Mesir dan Suriah.

Sebab mereka nan mewakili kita di garis depan iman; dibakar musim panas, direpotkan hajat, dicekam ancaman, disuguhi besi dan api; tapi teguh.

Mereka nan darahnya mengalir dengan tulang pecah; tapi tak hendak membatalkan shaum sebab ingin syahid berjumpa Rabbnya dalam keadaan puasa.

Mereka gadis-gadis belia yang menulis nama di tangannya; agar jika syahadah menjemput dan jasad remuk tiada yang susah bertanya siapa namanya.

Hari ini ketika kolak dan sop buah tak memuaskan ifthar kita; tataplah sejenak ke negeri yang kucing pun jadi halal karena tiadanya makanan.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Mesir; dengan kepahlawanan mereka nan lebih suka bertemu Allah daripada hidup membenarkan tiran.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Suriah; ketika kisah ibu yang memasak batu dan menidurkan anaknya dalam hujan peluru adalah fakta.

Sebab mungkin 60 tahun penjajahan kiblat pertama, masjid suci ketiga, dan penzhaliman atas ahlinya belum utuh mencemburukan hati imani kita. [Sumber: @salimafillah]

Jumat, 12 Juli 2013

Masjid Pondok Pesantren Buya Prof. DR. Hamka Maninjau

Masjid Istiqamah Gobah Limo Surau Kec.Tilatang Kamang

Kantor KUA Tilatang Kamang dengan latar belakang Gunung Singgalang

5 Perbedaan Demo Penentang Mursi vs Pendukung Mursi

Hingga hari ini, ada dua kubu demonstran di Mesir. Kubu pertama adalah para penentang Mursi yang bersuka cita atas kudeta yang dilakukan militer pimpinan Jenderal Abdel Fatah As Sisi. Kubu kedua adalah para pendukung Mursi yang menentang kudeta militer.

Dari segi jumlah, sebenarnya kubu kedua lebih banyak. Lalu mengapa media-media internasional (kecuali Aljazeera) tidak berimbang dalam meliputnya? Ternyata ada sejumlah perbedaan demonstrasi penentang Mursi dan pendukung Mursi.

Berikut 5 perbedaan demo penentang Mursi vs pendukung Mursi :

1. Kekerasan vs Aksi Damai

Demonstran penentang Mursi memakai cara-cara kekerasan, sedangkan kubu pendukung Mursi berkomitmen dengan aksi damai.

Para penentang Mursi yang terdiri dari kalangan sekuler dan liberal -dengan dukungan Kristen Koptik dan Syiah- biasa membakar ban di jalan, merusak sejumlah bangunan, bahkan membakar beberapa kantor Ikhwanul Muslimin dan membunuh belasan pendukung Mursi.

Lihat: http://islampos.com/markas-pusat-ikhwan-dibakar-massa-anti-mursi-65392/

2. Saat Tiba Waktu Shalat

Demonstran penentang Mursi asyik menggelar konser musik tanpa peduli waktu shalat, sedangkan pendukung Mursi bergegas menunaikan shalat berjama’ah ketika adzan berkumandang

Lihat: http://www.islamedia.web.id/2013/07/pendukung-presiden-moursi-sholat.html

3. Kemaksiatan vs Shalat Malam

Demonstran penentang Mursi begadang dengan musik dan joget ria, menenggak miras bahkan memperkosa perempuan

Lihat: http://tajuk.co/2013/07/mengerikan-demonstran-anti-mursi-lakukan-perkosaan-massal-di-tahrir-square/

Demonstran pendukung Mursi menghidupkan malam di lokasi demo dengan qiyamul lail, diakhiri shalat berjama’ah

Lihat: http://bambuser.com/v/3712206

4. Umpatan vs Takbir

Demo penentang Mursi didominasi yel dan teriakan umpatan dan kata-kata kotor, demo pendukung Mursi diwarnai dengan kalimat-kalimat thayyibah seperti takbir, hawqalah, dan sejenisnya

Lihat: http://www.kabarpks.com/2013/07/pendukung-mursi-di-bundaran-masjid.html

5. Dukungan Media Barat

Demonstran penentang Mursi tampak sangat banyak karena dishoot televisi dan media barat dari berbagai sisi, sedangkan demonstran pendukung Mursi yang jumlahnya lebih banyak tidak diliput kecuali oleh televisi dan media-media Islam yang kemudian dibredel menyusul kudeta militer. Channel Misr25 milik Ikhwan, Al-Hafiz dan Al-Nas yang berafiliasi ke Salafi, ketiganya ditutup. Aljazeera juga dilarang meliput demo pendukung Mursi. Alhasil, demo besar-besaran yang akan berlangsung besuk usai shalat Jum’at agaknya tidak mudah terekspos ke seluruh dunia.

Lihat : http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/07/04/mpe4lr-militer-mesir-tutup-tiga-stasiun-tv-islam

Demikian 5 perbedaan demo penentang Mursi vs pendukung Mursi yang sebenarnya hanya mempertegas identitas mereka. Bahwa para penentang Mursi adalah kalangan sekuler dan liberal yang takut dengan kepemimpinan Islam. Sedangkan pendukung Mursi adalah umat Islam Mesir yang menghendaki pemerintahan Islam membawa negerinya menuju kejayaan. [IK/bsb]