Muhib Al-Majdi
Jum'at, 19 Oktober 2012 12:49:13
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha' akhirnya merilis video operasi
spesial dan heroik menaklukkan Markas Besar Tentara Nasional Suriah di
jantung ibukota Damaskus. Video
Bidayat An-Nihayah # 2 (
Awal berakhirnya [rezim Nushairiyah Suriah] bagian 2) itu diberi judul
Ghazwatu Nasfil Arkan (Serangan meluluh lantakkan Gedung Markas Besar Militer) dan berdurasi 31 menit 35 detik.
Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus
adalah salah satu pihak yang paling bertanggung jawab atas semua operasi
militer, kepolisian dan intelijen rezim Suriah di seluruh wilayah
Suriah. Ia juga tempat mengantornya ratusan perwira militer dan ribuan
tentara rezim, tempat merencanakan strategi, teknik dan taktik operasi
militer rezim Suriah terhadap revolusi rakyat muslim Suriah. Gedung
Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus
dikelilingi oleh sejumlah markas militer, kepolisian dan intelijen yang
penting dan strategis.
Survei lapangan terhadap target
Video diawali dengan kegiatan mujahidin Jabhah Nushrah melakukan
survey lapangan terhadap target serangan. Gedung Markas Besar Tentara
Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus terletak di depan Umayyah
Square. Beberapa puluh meter di sebelah kanannya berdiri kokoh gedung
Departemen Pertahanan Suriah. Sekitar dua ratusan meter di sebelah
tenggara darinya berdiri kokoh gedung Asrama Perwira Militer.
Sekitar seratus meter di sebelah kiri Gedung Markas Besar Tentara
Nasional Suriah berdiri tegak gedung stasiun TV Nasional Suriah dan
Radio Nasional Suriah, dipisahkan oleh jalan raya. Sekitar dua ratus
meter ke arah selatan dari gedung TV dan Radio Nasional berdiri kokoh
gedung Markas Keamanan Kriminal. Dan hanya sekitar dua ratus meter di
sebelah barat dari gedung Markas Keamanan Kriminal berdiri kokoh gedung
markas kesatuan-kesatuan keamanan lainnya.
Latihan militer bagi regu mujahid calon pelaku serangan syahid
Para mujahidin Jabhah Nushrah yang akan melaksanakan serangan
terhadap gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah menjalani latihan
yang serius dan keras. Latihan fisik di jalanan dan lahan pertanian
mereka lahap dengan tekun. Pembinaan iman dan penguatan mental mereka
jalani. Pun latihan militer dengan menggunakan beragam senjata, latihan
menyerbu ke dalam gedung dan latihan mundur dari medan pertempuran.
Video juga mengabadikan persiapan terakhir saat bom dirangkai dan
dimasukkan dalam mobil, serta wawancara terhadap para mujahid yang akan
melakukan serangan.
Pesan-pesan terakhir para mujahid pelaku serangan
Sebelum berangkat melakukan operasi serangan heroik tersebut, keempat
mujahid Jabhah Nushrah menyampaikan wasiat terakhir mereka kepada kaum
muslimin dan rezim Nushairiyah Suriah.
1.
Abu Mush'ab Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan:

"Adapun kalian wahai orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki!
Kami selamanya tidak akan pernah tinggal diam selama jantung kami masih
berdetak, selama darah masih mengalir dalam tubuh kami. Kami tidak akan
pernah tinggal diam, kami tidak akan pernah tinggal diam, wahai
orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki! Kami telah memutuskan
untuk mengajukan permasalahan ini dengan warna baru, yaitu warna darah,
dengan air baru, yaitu air kemuliaan, dan dengan tekad orang yang
bertekad untuk meraih surga."
2.
Abu Hafsh Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata:

"Ini adalah pesan saya kepada orang-orang Nushairiyah para pendengki
dan milisi Syiah Shabihah. (Pada waktu-waktu yang lalu) Kami telah
mendatangi kalian dengan mobil-mobil penuh bom uuntuk meledakkan isi
perut kalian, dengan para sniper untuk mencabut jantung kalian, dan
dengan tubuh-tubuh kami untuk memotong-motong anggota badan kalian. Maka
tunggulah kami, karena kami akan mendatangi kalian! Demi Allah Yang
tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya kami
adalah sebuah umat yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai
kehidupan. Kami tidak berangkat (dalam operasi serangan ini) kecuali
untuk menolong agama Islam ini, menegakkan panji
Laa Ilaha Illallahu Muhammad Rasulullah dan
menerapkan syariat Allah di muka bumi."
Dari atas mobil penuh bahan peledak mujahid yang membawa mobil
pertama dan meledakkannya di sisi luar gedung Mabes Tentara Nasional
Suriah ini tidak lupa menghasung semangat umat Islam untuk membela Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam yang dinistakan oleh film
anti-Islam (
Innocence of Muslims).
Kepada orang-orang muslim namun tidak membela Nabi Muhammad
Shallallahu 'alaihi wa salam, mujahid ini mengingatkan, "Saya katakan
kepada mereka bahwa demi Allah, mereka akan dimintai pertanggung jawaban
pada hari kiamat. Maka mereka tidak akan menemukan jawaban untuk mereka
sampaikan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena Rasulullah telah dihinakan
dengan ucapan-ucapan dan karikatur-karikatur, namun mereka tidak
bergerak (untuk membela beliau)."
3.
Abu Khalid Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata:
"Adapun kalian para musuh Allah, hai orang-orang Nushairiyah dan
orang-orang Rafidhah yang murtad, atas kalian laknat Allah, malaikat dan
seluruh manusia. Bergembiralah kalian dengan kabar buruk yang akan
mendatangi kalian! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah
kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan!
Bergembiralah kalian dengan pembunuhan, pengusiran dan pembalasan! Demi
Allah, dalam membunuh kalian, kami tidak takut celaan orang-orang yang
mencela. Beritanya bukanlah hal yang akan kalian dengar, melainkan apa
yang akan kalian lihat,
insya Allah. Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan! Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan!"
4.
Abu Muhannad Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan:
"Kesyahidan adalah pohon yang ditanam dalam dada seorang mujahid,
pohon itu tumbuh dan berkembang dengan matang, sehingga jika telah
berbuah dan tiba saatnya untuk memanen, maka Allah akan mengizinkan
kepadanya sehingga ia menjadi orang yang syahid dan berbahagia dalam
lindungan Ar-Rahman."
Tentang sebab keikut sertaannya dalam operasi serangan ini, ia
mengatakan, "Sesungguhnya saya melakukan amalan ini, dengan meletakkan
tujuanku adalah meninggikan kalimat
Laa Ilaaha Illallahu, Yang Maha Suci, Maha Agung urusan-Nya dan Maha Mulia ketetapan-Nya…demi meninggikan panji
Laa Ilaaha Illallahu, membela
agama Islam ini, membalaskan derita saudara-saudaraku kaum muslimin
yang ditindas dan sebagai balasan atas kejahatan-kejahatan yang berulang
kali ditujukan kepada sosok Nabi kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wa
salam, di berbagai penjuru dunia."
Proses pelaksanaan serangan

Empat orang mujahid Jabhah Nushrah berhasil menaklukkan Markas Besar
Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus pada Rabu
(26/9/2012). Serangan heroik mereka telah mempermalukan militer rezim
Nushairiyah Suriah yang didukung oleh para penasehat militer komunis
Rusia, pasukan khusus brigade Al-Quds rezim Syiah Iran dan ribuan milisi
Syiah Hizbullah Lebanon.
Serangan heroik itu dilakukan dalam dua tahapan:
1. Bom syahid dengan mobil pertama
Pada pagi hari Rabu tanggal 10 Dzulqa'dah 1433 H bertepatan dengan 26
September 2012 M jam 07.00 pagi, sang ksatria pelaku serangan bom
syahid, Abu Muhannad Asy-Syami berhasil membawa mobil bermuatan penuh
bom ke arah yang sejajar dengan tembok pagar gedung Markas Besar Tentara
Nasional dari arah selatan.
Saat ia telah mencapai titik terdekat yang tepat dengan bagian tengah
tembok pagar bangunan, ia meledakkan dirinya sehingga mengakibatkan
kehancuran hebat di bagian gedung Markas Besar dari arah tersebut.
Ledakan berkekuatan dahsyat itu mencapai bagian dalam gedung, menewaskan
banyak tentara, melukai banyak tentara lainnya dan menimbulkan
kepanikan serta ketakutan luar biasa terhadap tentara yang lolos dari
ledakan.
2. Bom mobil kedua dan regu kecil penyerbu ke dalam gedung
Sebuah mobil kedua yang juga penuh bom mengangkut regu penyerbu
berkekuatan tiga orang mujahid Jabhah Nushrah pelaku serangan syahid;
Abu Hafsh Asy-Syami, Abu Khalid Asy-Syami dan Abu Mush'ab Asy-Syami.
Mobil itu meluncur ke pintu gerbang utama Markas Besar Tentara Nasional
Suriah. Suasana kacau di kompleks gedung dimanfaatkan oleh ketiga orang
tersebut untuk memerintahkan para tentara yang piket di pintu gerbang
untuk membuka pintu gerbang.
Para tentara tersebut mengira ketiga orang itu adalah para perwira
tinggi yang bertanggung jawab atas keamanan Markas Besar. Mereka
meyakini hal itu setelah melihat ketiga orang itu memakai seragam
tentara yang sama dengan seragam yang mereka kenakan. Para tentara yang
piket segera membuka pintu gerbang, maka mobil dan ketiga mujahid
tersebut masuk ke dalam halaman gedung.
Ketiga mujahid itu lantas menembak mati setiap tentara di depan
mereka dan mereka mulai menyerbu masuk ke dalam gedung Markas Besar
Tentara. Mereka menguasai lantai pertama gedung tersebut, dengan karunia
dan pertolongan Allah semata, menembak mati setiap tentara dan perwira
yang mereka temui dan kemudian membakar bagian dalam lantai satu gedung.
Mereka lantas meledakkan mobil penuh bom yang mereka parkir di pintu
gerbang utama dengan remote control dari kejauhan. Akibatnya ledakan
keras dan api melahap bagian depan gedung. Kebakaran di bagian depan
gedung berlanjut sampai jam 16.00 sore, bahkan setelahnya.
Ketiga mujahid itu kemudian naik ke lantai dua gedung untuk menguasai
lantai dua. Mereka menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka
temukan, kemudian mereka membakar ruangan lantai dua gedung.
Setelah itu mereka naik ke lantai tiga dan bertahan di lantai paling
atas gedung tersebut, setelah mereka menembak mati semua tentara dalam
lantai itu dan para tentara yang berjaga di halaman gedung. Mereka mulai
menahan gempuran sengit pasukan rezim Bashar Asad yang
berbondong-bondong datang sebagai bala bantuan bagi pasukan di Mabes
itu.
Ketiga mujahid itu bertahan dalam lantai paling atas gedung dengan
menggunakan DShk, roket RPG, senapan mesin dan senapan serbu.
Pertempuran sengit berlangsung selama tiga jam penuh, antara sebuah
pasukan dengan persenjataan dan amunis lengkap melawan tiga orang
mujahid saja! Ya, hanya empat orang mujahid Jabhah Nushrah saja. Namun
sungguh jauh perbedaan antara orang-orang yang berperang di jalan
thaghut dan orang-orang yang berperang di jalan Allah ta'ala.
Pertempuran itu baru berhenti saat masing-masing mujahid berpulang
kepada rahmat Allah, semoga Allah menerima mereka dalam barisan para
syuhada'.
Komunikasi komandan mujahidin dengan ketiga mujahid dalam gedung Mabes
Hal baru yang sangat mengesankan dalam video ini adalah komunikasi
via HP antara ketiga mujahid yang telah bertempur dan bertahan dalam
gedung Mabes dengan komandan mujahidin Jabhah Nushrah yang mengepalai
operasi heroik tersebut.
Komandan mujahidin meminta ketiga mujahid dalam gedung Mabes untuk
menceritakan setiap perkembangan mereka dalam gedung tersebut. Abu
Khalid Asy-Syami mulai menceritakan peristiwa sejak mereka bertiga
sampai di pintu gerbang gedung sampai mereka berhasil mencapai lantai
tiga gedung.
"Mereka sangat pengecut dan penakut. Begitu kami memerintahkan mereka
untuk membuka pintu gerbang, maka tentara yang berjaga langsung
membukakan pintu untuk kami. Mobil bisa kami bawa masuk ke halaman
gedung dengan mudah, segala puji bagi Allah semata, "kata Abu Khalid
Asy-Syami via HP.
Saat mobil yang diparkir di halaman gedung mereka ledakkan dengan
remote control dari dalam gedung Mabes dan mereka berhasil membakar
ruangan-runganan dan kantor-kantor dalam lantai satu dan dua gedung
Mabes, ketiga mujahid itu masih menjalin kontak dan memberitahukan
setiap perkembangan kepada komandan mujahidin.
Abu Hafsh Asy-Syami dan Abu Khalid Asy-Syami melaporkan dari dalam
gedung bahwa jumlah perwira militer dan tentara yang telah mereka tembak
mati di lantai satu, dua dan tiga gedung Mabes berjumlah lebih dari
seratus orang. Setiap lantai gedung terdiri dari sekitar 26 ruangan dan
kantor. Ketiga mujahid itu membakar semua dokumen dan berkas serta isi
setiap ruangan dan kantor. Kebakaran melahap seluruh isi lantai satu,
dua dan tiga gedung mabes.
"Ada banyak peta, berkas, dokumen dan program-program.
Al-hamdulillah, kami telah membakar semuanya sampai ludes." Lapor Abu
Hafsh Asy-Syami via HP.
Ketika ruangan-ruangan dan kantor-kantor di lantai empat mulai mereka
bakar, dan baku tembak dengan pasukan rezim Suriah semakin gencar, Abu
Mush'ab Asy-Syami mulai memberikan laporan kepada komandan Jabhah
Nushrah. Ketiga mujahid itu merasakan pertolongan, ketenangan dan
kedamaian dari Allah menghadapi gencarnya hujan peluru pasukan rezim
Suriah.
"Wahai syaikh, saya bersumpah dengan nama Allah, kami merasakan
ketenangan dan kedamaian. Tidak ada kekhawatiran apapun. Alhamdulillh
rabbil 'alamin. Allah meneguhkan kami, wahai syaikh."
"
Allahu akbar. Walhamdu lillah. Allahu akbar. Kami berdoa
semoga tempat kembali kalian adalah surga bersama para nabi, shiddiqin,
syuhada' dan shalihin."jawab komandan via HP.
"Bagaimana suasana pertempuran?" tanya komandan lagi.
"Al-hamdulillah, setiap kali mereka mencoba merangsek maju, kami habisi mereka, "jawab Abu Mush'ab Asy-Syami.
Sebelum kesyahidannya, ketiga mujahid itu sempat ditanya oleh
komandan mujahidin Jabhah Nushrah. "Nanti media massa rezim yang batil,
rezim Nushairiyah akan menuduh kalian membunuh warga sipil yang tidak
berdosa?"
"Demi Allah, wahai syaikh, tidak ada yang kami bunuh selain tentara.
Al-hamdulillah kami hanya menembak mati para perwira dan tentara.
Al-hamdulillah, kami juga melihat pegawai-pegawai perempuan di gedung
yang lain (dalam kompleks Mabes), namun kami tidak menembak mereka sama
sekali. Kami tidak membunuh seorang pun dari para pegawai sipil,
al-hamdulillah." Jawab Abu Hafsh Asy-Syami.
Tembakan semakin gencar terdengar. Ketiga mujahid lantas memberikan
wasiat terakhir mereka kepada kaum muslimin. Kembali tembakan gencar
terdengar. Setelah itu komunikasi ketiga mujahid di lantai empat gedung
Mabes dengan komandan mujahidin terputus.
Hasil pertempuran
Ketiga mujahidin Jabhah Nushrah di lantai empat gedung Markas Besar
akhirnya meraih syahid, insya Allah. Namun rezim Suriah harus
mengerahkan ribuan tentara dan terlibat pertempuran dahsyat dengan
persenjataan ringan, menengah dan berat untuk merebut kembali gedung
tersebut.
Baku tembak telah berlangsung lebih dari tiga jam. Namun ribuan
tentara rezim Suriah begitu penakut dan pengecutnya sampai-sampai mereka
tidak berani menyerbu ke dalam gedung. Mereka menghujani markas mereka
sendiri dengan roket RPG dan senapan mesin berat, sehingga kerusakan
gedung tersebut semakin parah. Kobaran api semakin besar membakar
ruangan-ruangan dan kantor-kantor dalam gedung.
Suara reporter stasiun TV Syiah Al-Manar yang menyertai ribuan
tentara rezim Suriah nampak jelas bergetar karena ketakutan luar biasa.
"Kami saat ini berada di lantai tiga gedung, semuanya terbakar. Pasukan
telah menaklukklan lantai satu dan dua, dan kini sedang mencoba untuk
merebut lantai empat." kata reporter itu.
Dunia internasional mampu melihat bagaimana empat orang mujahid Islam
lewat serangan heroik itu mampu mempecundangi kekuatan militer hebat
Suriah, Rusia dan Iran di jantung kekuasaan mereka di Damaskus. Sebuah
pasukan nasional terpaksa harus mengakui kehebatan tiga orang mujahid
yang menduduki gedung Mabes mereka dan memaksa mereka berjuang sangat
keras untuk merebutnya kembali. Seakan-akan para mujahid itulah pemilik
gedung Mabes empat lantai itu.
***